• Home |
  • Bagaimana Cara Ziarah Kubur pada makam kedua orang tua?

Bagaimana Cara Ziarah Kubur pada makam kedua orang tua?

Ziarah kubur merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam, terutama kepada makam kedua orang tua. Selain sebagai sarana mendoakan mereka yang telah mendahului, ziarah juga mengingatkan kita tentang kehidupan akhirat dan pentingnya berbakti meski orang tua telah wafat. Berikut tata cara ziarah kubur yang sesuai dengan tuntunan ulama dan adab yang diajarkan dalam literatur Islam.

1. Niat yang Baik dan Benar

Ziarah kubur dilakukan dengan niat untuk

  • mendoakan orang tua,

  • mengambil pelajaran (tadzakkur al-akhirah),

  • dan menjaga silaturahim kepada mereka setelah wafat.

Tidak ada lafaz niat khusus; cukup menghadirkan niat dalam hati.


2. Mengucapkan Salam Ketika Memasuki Pemakaman

Saat memasuki area pemakaman, dianjurkan membaca salam seperti berikut:

“Assalāmu ‘alaikum ahladdiyāri minal mu’minīn wal muslimīn. Wa innā insyāAllāhu bikum lāhiqūn. Nas’alullāha lanā wa lakumul ‘āfiyah.”

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Buraidah.


3. Menghadap ke Arah Wajah Mayit

Para ulama menganjurkan, saat berziarah, posisi peziarah berada di hadapan kepala mayit dan menghadap ke arah wajahnya, bukan menghadap ke kubur dengan membelakanginya.

Hal ini termasuk adab ziarah sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab fikih Syafi’iyyah.


4. Membaca Doa dan Ayat-Ayat Al-Qur’an

Membaca ayat Al-Qur’an diperbolehkan, dan pahalanya dihadiahkan untuk orang tua. Yang biasa dibaca:

  • Surah Al-Fatihah

  • Ayat Kursi

  • Surah Yasin

  • Doa untuk kedua orang tua


5. Mendoakan Ampunan dan Kebaikan

Doa adalah amalan terbaik untuk orang tua yang telah meninggal. Rasulullah SAW bersabda:

“Doa anak yang saleh termasuk amal yang terus mengalir pahalanya.”
(HR. Muslim)

Doakan agar dosa-dosa mereka diampuni dan diberi tempat terbaik di sisi Allah.


6. Menjaga Adab dan Tidak Melakukan Perbuatan yang Dilarang

Beberapa adab yang perlu dijaga:

  • Tidak duduk di atas kubur.

  • Tidak menginjak atau merusak tanah kubur.

  • Tidak meratap berlebihan.

  • Tidak meminta sesuatu langsung kepada ahli kubur; doa hanya ditujukan kepada Allah.

SUMBER REFERENSI :

  • Sahih Muslim, Kitab al-Jana’iz (berisi hadis tentang anjuran ziarah kubur dan ucapan salam.)

  • Al-Adzkar – Imam Nawawi (membahas doa-doa ketika berziarah dan adabnya.)

  • I’anatut Thalibin – Syaikh Abu Bakr Syatha (fikih Syafi’i, penjelasan adab ziarah dan menghadiahkan pahala.)

  • Fathul Bari – Ibnu Hajar Al-Asqalani (penjelasan hadis tentang ziarah kubur.)

    MULTIMEDIA MWCNU WINONG

Leave A Comment

Fields (*) Mark are Required