Berjanjen atau pembacaan Maulid Nabi merupakan salah satu tradisi yang berkembang dan diamalkan oleh masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini biasanya diisi dengan pembacaan shalawat, pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ, serta kisah perjalanan dan keteladanan beliau.
Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi dasar amaliyah warga NU, berjanjen hukumnya boleh (mubah), bahkan dapat menjadi ibadah yang bernilai pahala apabila di dalamnya terdapat shalawat, dzikir, doa, dan ungkapan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Selama pelaksanaannya tidak disertai hal-hal yang bertentangan dengan syariat, seperti kemaksiatan atau keyakinan yang menyimpang, maka berjanjen merupakan amaliyah yang baik sebagai sarana memperbanyak shalawat dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Kesimpulan: Berjanjen bagi warga NU hukumnya boleh dan termasuk amaliyah yang dianjurkan dalam rangka memperbanyak shalawat serta mengenang keteladanan Rasulullah ﷺ.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)SUMBER : MWC NU WINONG



