Winong – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Winong menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pengurus dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Program Investasi Sawit Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyusun strategi, memperkuat koordinasi, serta menyamakan persepsi seluruh pengurus agar program dapat berjalan secara optimal.
Rapat koordinasi berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Winong. Berbagai hal penting dibahas, mulai dari mekanisme pelaksanaan program, tata kelola investasi, pembagian tugas, hingga langkah-langkah teknis yang akan dilakukan dalam mendukung keberhasilan program investasi sawit pada tahun 2026.
Ketua MWC NU Winong dalam arahannya menyampaikan bahwa program investasi sawit merupakan salah satu ikhtiar untuk membangun kemandirian ekonomi jam’iyah melalui pengelolaan usaha yang profesional, amanah, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh pengurus diharapkan dapat berperan aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan visi dan komitmen seluruh pengurus dalam mengawal setiap tahapan program. Sinergi yang kuat menjadi modal utama agar pelaksanaan investasi sawit dapat memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Program Investasi Sawit Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi langkah pengembangan ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu bentuk penguatan kemandirian organisasi Nahdlatul Ulama di Kecamatan Winong. Dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perkembangan organisasi di masa mendatang.
Rapat koordinasi ditutup dengan penyampaian hasil pembahasan serta komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dalam menyukseskan Program Investasi Sawit Tahun 2026. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT serta membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas.



